Statistik pengunjung

595476
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Seluruh hari
651
1157
5244
587029
9080
12225
595476

IP anda : 54.167.176.106
Waktu Server : 2014-08-23 11:25:21

Panen Raya

 

 

 

 

Bidang Pertanian Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta bekerjasama dengan Pemerintah Kotamadya Jakarta Timur melakukan panen raya bersama Kelompok Tani Sukamulya di RT 17 RW 07 Kampung Tambun Rengas, Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Kamis (6/5).

Acara tersebut dihadiri sekitar 100 orang yang terdiri dari berbagai unsur yakni Badan Litbang Kementerian Pertanian, Dinas Kelautan dan Pertanian Pemprov DKI Jakarta , Wakil Walikota Jakarta Timur, Suku Dinas Pertanian dan Kehutanan Jakarta Timur, Camat Cakung, Lurah Cakung Timur, dan Masyarakat Kelompok Tani Sukamulya.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Kelompok Tani Sukamulya, Sukardi. Dia mengatakan. sangat terbantu dengan kerjasama yang dijalin antara kelompok tani dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

Meski demikian Sukardi mengatakan cukup prihatin dengan kondisi lingkungan khususnya limbah pabrik yang mempengaruhi lingkungan. “Kami meminta perhatian agar diwaspadai serangan hama Wereng Coklat yang pernah terjadi tahun 2005 dimana saat itu panen padi mengalami puso alias gagal total,” katanya.

Sekretaris Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, Ir Hj Ipih Ruyani MSi, mengatakan, lahan 22 hektar yang dikelola Kelompok Tani Suka Mulya dan 400 hektar yang digarap petani lainnya adalah milik pengembang dimana dalam jangka waktu 10 tahun ke depan masih bisa dipergunakan untuk kepentingan pertanian.

Ir Hj Ipih Ruyani MSi mengusulkan kepada Wakil Walikota Jakarta Timur, agar daerah pertanian di Cakung Timur ini dimasukkan menjadi salah satu daerah ruang terbuka hijau dalam rancangan peraturan daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DKI Jakarta 2010-2030. Dinas Kelautan dan Pertanian juga akan mengusulkan hal serupa dalam pembahasan RTRW 2010-2030.

Menurutnya, dengan mempertahankan lahan pertanian akan membawa dampak positif yang sangat besar dimana selain sebagai mata pencaharian warga masyarakat, juga lahan pertanian bisa berfungsi sebagai paru-paru kota yang mampu meningkatkan kualitas lingkungan tidak hanya di daerah Cakung Timur tetapi juga terhadap wilayah DKI Jakarta.

Masih menurut Ir Hj Ipih Ruyani MSi, mengenai keberadaan pabrik khusus soal sisa hasil produksi (limbah), pabrik diharapkan untuk mengelola sendir hasil produksi sehingga air yang dibuang ke lingkungan sudah sesuai dengan standar keamanan lingkungan.

“Antara masyarakat dan pabrik supaya saling berdampingan dan tidak saling merusak,’ tuturnya. Ir Hj Ipih Ruyani MSi juga mengharap agar dalam mengelola tanaman, mansyarakat memanfaatkan bahan-bahan atau pertisida yang ramah lingkungan. Misalnya pemakaian dosis yang tidak berlebihan terhadap tanaman.
Sementara Wakil Walikota Jakarta Timur, Asep Syarifudin, mengatakan keberadaan lahan pertanian di Kecamatan Cakung itu harus dipertahankan guna memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta membantu peningkatan sumber mata pencaharian masyarakat setempat. 

“Saat ini banyak warga Jaktim yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Karena itu lahan pertanian ini mesti dipertahankan,” ujarnya Asep.

Menurut Wakil Walikota, sejatinya lahan pertanian yang ada di kawasan Cakung itu keseluruhannya mencapai 400 hektar dan dikelola oleh 13 kelompok tani yang anggotanya berjumlah 316 orang. Mereka mengelola lahan pertanian yang sebagian besarnya masih dimiliki oleh pihak swasta dan perorangan. 

Setiap tahun, sejumlah lahan tersebut mampu memanen sebanyak dua hingga tiga kali dengan hasil rata-rata 180-220 ton gabah kering untuk sekali panen. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama dalam memanfaatkan kegiatan pertanian.

Wakil Walikota juga meminta agar masyarakat ikut serta menjaga lingkungan dengan baik. Total padi yang dipanen di sawah seluas 22 hektar tersebut mencapai 200 ton atau 10,03 ton Gabah Kering Panen (GPK) per hektarnya.